Cara membuat permainan tradisional meriam bambu - Lensa Banua

Lensabanua merupakan sebuah blog yang menjadi sumber informasi dan inspirasi. Memberikan solusi dan opini yang berbeda. Serta mampu memberikan hiburan tersendiri bagi para pengunjungnya dengan menghadirkan bacaan bacaan yang ringan dan bermanfaat.

Latest Update
Fetching data...

18 May 2019

Cara membuat permainan tradisional meriam bambu

Meriam bambu merupakan salah satu permainan tradisional dari bambu yang telah ada dan dimainkan sejak zaman old hingga sekarang. Permainan ini telah turun temurun dimainkan terutama pada saat bulan ramadhan. Seolah telah menjadi tradisi dalam menyambut puasa.

Di beberapa daerah di indonesia meriam bambu dikenal dengan beragam nama atau sebutan. diantaranya seperti bedil bambu, meriam betung, bebeledugan, dan lain sebagainya. Untuk daerah kalimantan khususnya kalimantan selatan. Meriam bambu lebih dikenal dengan nama laduman. Kata laduman diambil dari kata ladum yang berarti ledak atau mengeluarkan suara yang keras dalam bahasa banjar. Pemberian akhiran an pada kata laduman membuat kata tersebut dapat diartikan sebagai alat yang menghasilkan ledakan atau suara yang keras. 

Cara membuat meriam bambu:

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat anda lakukan untuk membuat sebuah meriam bambu:

meriam bambu, bedil bambu, meriam betung,bebeledugan, laduman
  • Potong bambu sepanjang kira kira 1,5 m sampai 2 m, atau 3 sampai 4 ruas bambu dengan diameternya kurang lebih 12 cm . Bambu yang digunakan merupakan bambu yang telah agak tua dan dengan bentuk yang lurus serta cukup tebal.
  • Buat lubang untuk menyulut meriam bambu pada bagian bawah kira kira 10 cm dari buku (sekat antar ruas) terakhir. Besarnya lubang kira kira 1 cm x 1 cm.
  • Beri lubang pada buku-buku dari ujung atas hingga hanya menyisakan buku terakhir yang berada dekat dengan lubang untuk menyulut tadi. Pastikan buku atau sekat ruas tersebut dilubangi dengan baik hingga hampir rata dengan sisi bagian dalam bambu.
  • Ikat bagian ujung serta tengah meriam bambu menggunakan tali atau karet ban dalam bekas sebagai pengaman apabila meriam bambu pecah.