SEMANGKA PUCAT

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. Masih ada waktu kira kira 2 jam sebelum waktu berbuka tiba. Amang kumis panggilan akrabnya, ingin pergi ke pasar membeli buah untuk berbuka.

Dengan menggunakan motor tuanya amang kumis pergi ke pasar yang tidak jauh dari rumahnya itu.

Perlahan tapi pasti. 
Amang kumis menyusuri jalanan yang sepi karena berlakunya PSBB.

Setibanya di pasar, amang kumis langsung menghentikan motornya di depan penjual semangka. Buah semangka yang besar dan bulat itu sudah menarik perhatiannya sejak dari kejauhan tadi.

'' Man, berapa perkilonya semangka?"

7500 yang tanpa biji, kalau yang loreng itu 5000 perkilonya jawab paman penjual semangka.

"Manis gak nih?" Amang kumis bertanya lagi sambil mengetok ngetok semangka ya dipegangnya.

"Manis om, itu masih segar baru dipetik"

"Kalau warnanya gimana ? Merah gak ?

"Wah itu jangan ditanya lagi om. Warnanya cantik. Dijamin om. Saya kasih garansi kalo gak merah, om bisa balikin kesini, saya ganti yang baru. Gratis!"

"Yang bener nih. Ya udah yang ini aja, timbang man" kata amang kumis sambil menyodorkan sebiji semangka yang lumayan besar.

"4,1 kilo ni om. Saya paskan jadi 4 kilo aja. Jadi totalnya 30 ribu"

"Iya terima kasih, ini uangnya"
Dengan senyum semringah, amang kumis membawa semangka menaiki motornya. Ditaruhlah semangka itu didepan jok sambil diapit dengan kedua kakinya. Amang kumis pulang ke rumah.

Amang kumis terus mengendarai motor dengan santuy-nya. Tiba tiba ada kecoa terbang menabrak tepat dibagian mata amang kumis. 

Pletaaak!
 
"Anjing! Apaan nih nabrak gue! Sialan"
Amang kumis kaget tak terkira dan membuat semangka yang dibawanya jatuh. Pecah berhamburan ditengah jalan.

Segera amang kumis menghentikan motornya di tepi jalan. Perlahan dia turun dan berjalan menuju tempat jatuhnya semangka tadi.

"Anjrit tu kecoa! Gue udah jalan di jalur yang benar masih juga dia tabrak. Dasar gak punya akhlak!"

"Lah ! ini apa lagi? Kok pucat gini"
Amang kumis kaget melihat semangka yang dibelinya ternyata warnanya putih pucat.

"Sialan gue kena tipu, gue mesti kembalikan nih"

Amang kumis segera memutar arah. Dia membawa semangka yang pecah itu untuk dikembalikan ke penjual semangka 

Sesampainya disana. Baru saja amang kumis turun dari motornya. Penjual semangka dengan sigapnya menawarkan semangka lagi

"Semangka, semangka om?"

"Semangka! Semangka gundulmu!"
"Nih liat, semangka apaan warnanya putih pucat gini?" 

cerita pendek semangka

" pokoknya aku minta ganti" kata amang kumis marah-marah.

"Sabar om, tunggu sebentar dulu"
"Ini kenapa semangkanya sampai pecah?" 

"Tadi semangkanya jatuh dari motor" jawab amang kumis.

"Oooowh pantas" kata si penjual
"Jangankan semangka om, Pian aja klo jatuh dari motor mukanya pucat. Apalagi semangka!"

Amang kumis pun terdiam.
tak mampu berkata kata lagi. 

No comments for "SEMANGKA PUCAT"